Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kawasan kumuh yang masih menjadi tantangan besar di Kota Tangerang, meskipun berbagai program penanganan telah dilaksanakan. Berdasarkan SK Wali Kota Tangerang tahun 2016, terdapat 16 kelurahan yang dikategorikan sebagai kawasan kumuh. Permasalahan utama terletak pada belum adanya rencana penanganan yang menyeluruh dan terpadu, sehingga pelaksanaan kegiatan selama ini cenderung parsial dan kurang berdampak nyata bagi masyarakat sasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun suatu rencana aksi penataan kawasan kumuh yang komprehensif dan dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas program penataan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penyusunan rencana ini mencakup identifikasi kondisi eksisting permukiman kumuh, pemetaan kawasan, serta analisis potensi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara BAPPEDA Kota Tangerang dan BPPT, dengan melibatkan berbagai instansi serta partisipasi aktif masyarakat. Hasil dari penelitian ini menghasilkan rencana aksi penataan yang mencakup program perbaikan prasarana dan sarana permukiman, pengembangan kampung tematik berbasis potensi lokal, dan penetapan prioritas penanganan kawasan berdasarkan tingkat kekumuhan. Konsep kampung tematik, seperti Kampung Herbal, Kampung Markisa, dan Kampung Silat Beksi, diintegrasikan sebagai strategi inovatif untuk memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Rencana aksi ini diharapkan mampu menjadi kerangka kerja kolaboratif lintas sektor dalam mengatasi kekumuhan secara sistematis dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kata kunci: kampung tematik, kawasan kumuh, rencana aksi.